Entah kenapa, setelah keseharian saya saya ini buat konten, nggarap proyek desain grafis, nonton manga/anime lama-lama bikin bosan. Jadi saya berpikir untuk cari kesibukan lain. Rencananya saya mau bikin vlog jalan-jalan atau motovlog, namun saya merasa belum siap sih… Karena action cameranya belum ada, hahaha… Memang sih, bisa pake HP or Smartphone. Namun saya rasa kurang ringkas aja untuk dibawa jalan-jalan dan mengundang pusat perhatian orang (selain itu, saya masih kurang PeDe aja ngerekam di ruang publik hehehe…). Jadi saya coba menulis catatan baik pengalaman, opini, hingga tips or trick gitu. Dan ternyata cukup menyenangkan juga.

Selamat Datang Domain .MY.ID di Catatan Blogger blogspot ini


Awal mulanya saya menulis catatan, di platform Medium.com Setelah menulis 2 tulisan/catatan. Entah kenapa kok kurang sreg menulis di platform Medium itu. Karena catatan ini, tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri. Saya harap ada seseorang yang membaca catatan ini dan bisa mengambil manfaat atau sekedar untuk hiburan saja. Jadi harusnya, catatan yang pernah saya tulis itu harunya mudah diakses dimana saja. Memang tulisan saya bisa diakses di Medium.com/@irfanew namun saya rasa agak gimana gitu. Untuk tampilan kayaknya agak kurang bisa dipermak. Dan fitur pun sangat minim, ya mungkin bisa kalau untuk penulis gak perlu fitur-fitur yang aneh. Jadi si penulis cukup fokus menulis saja.

Kemudian saya mulai berpikir untuk kembali ke blogger atau blogspot atau pakai wordpress aja sekalian. Biar kelihatan identitasnya sama mengangkat branding juga (promo sekalian lah). Dan saya pun langung bikin akun blogger baru, eh bukan. Ternyata ada akun blog lama beralamat irfanew.blogspot.com yang masih kosong postingannya. Entah kapan saya membuat blog ini? Mungkin saya buat untuk mengamankan subdomain cantik ini. 

Untuk domain .my.id ini sebelumnya saya cukup kebingungan pilih domain TLD mana ya? Awalnya saya ada pilihan .com .id .web.id dan .my.id. Saya cukup kebingungan memilihnya. Sempet kepikiran memilih antara .com dan .id namun saya rasa sepertinya terlalu mahal. Dan saya tidak ingin menambah anggaran untuk biaya langganan tiap tahun. Karena tiap tahun saya memiliki tagihan perpanjang domain dan hosting yang cukup besar bagi saya. Dan setelah menimbang-nimbang akhirnya saya sudah mantap dengan .my.id Karena kenapa? Ya karena MURAH lah dan lebih Indonesia (karena fokus blog ini untuk visitor lokal). Cuma 11 ribuan per tahun (harga dari IDWebhost).  Untuk registrarnya saya percayakan pada IDWebhost. 

Setelah itu, saya coba cek ketersediaan domain irfanew.my.id di IDWebhost ini. Dan Alhamdulillah ternyata masih tersedia. Langsung deh abis subuh sekitar jam setengah enam pagi saya melakukan order dan pembayaran. Sempet agak lama kenapa kok domain saya belum aktif. Saya coba chat ke bagian Billing IDWebhost, yang cukup cepat responnya meski belum jam kerja (maafkan aku wahai cs Billing). Agar sekalian saya aktifkan dan atur DNSnya sekalian karena kalau di jam kerja, saya ya kerja. Dan setelah dicek, domain saya langsung aktif, Terima kasih mas Pras (Departemen Billing IDWebhost). Segera saya setting DNSnya dan saya sambungkan ke blogger/blogspot. Lalu saya aktifkan https nya biar aman dan disukai google search engine. Mungkin sekitar setengah jam lebih, domain irfanew.my.id aktif dan tersambung di blogger/blogspot. Saya kurang tahu juga sih, karena waktu itu mepet sekali, karena saya harus berangkat bekerja.

Ya, itulah cerita saya mengenai perjalanan saya menggunakan domain .my.id ini Sempat dibuat bingung juga sih. Tapi lumayanlah buat pengalaman, bagaimana memilih domain yang tepat hahaha… Kita akan berjumpa lagi di postingan berikutnya ya kawan, bye...


Read More

Sebelumnya saya pernah bercerita peralatan apa yang saya gunakan untuk menunjang pekerjaan freelance desainer grafis saya. Sebelumnya setia menggunakan brand laptop DELL dengan prosesor Intel i3 generasi ke-5 HDD 500GB RAM 4GB. Yang pada saat itu saya penggemar dan pengguna linux. Jadi mentap menggunakan brand DELL agar lancar menjalankan sistem operasi GNU/Linux ini. Dan tentu saja sudah bundling OS Ubuntu 14.04 LTS. Waktu itu entah kenapa saya anti Windows gara-gara masalah crack, malware, berat, dll (namun sekarang sudah netral kok).

Peralatan yang Saya Gunakan sebagai Freelancer Desain Grafis mulai dari software sampai hardware


Selama menggunakan laptop DELL ya nyaman-nyaman aja, kerjaan pakai inkscape meliputi desain logo, banner, desain packaging, dll. Yang gak nyaman ya pas multitasking dengan tab browser yang banyak (padahal cuma 4 tab). Waduh, kerasa lemotnya, sehingga saya memutuskan lem biru (lempar beli baru) leptopnya. Dan laptop yang saya pilih dari brand LENOVO, dengan prosesor Core i5 generasi 11, SSD Nvme 512GB, RAM 8GB, Layar IPS. Meski harga pas waktu saya beli pas lagi-naik-naiknya ya mau gimana lagi kalau lagi memang dibutuhkan. Anda bisa lihat pengalaman saya kenapa kok saya memilih laptop brand LENOVO ini, risetnya 2 tahun njir hahaha….

Untuk urusan pekerjaan desain grafis, saya masih tetap menggunakan software open source paling utama seperti Inkscape, Gimp, Blender, Shotcut, OBS Studio, dan Wordpress. Mungkin kedepannya saya menambahkan list software yang akan saya gunakan seperti Affinity, Filmora, Corel Video Studio, Sublime Text. Sempat kepikiran langganan produk Adobe, tapi lumyan nguras kantong juga hehehe… Kenapa saya menambahkan list software berbayar, ya mau gimana lagi software-software tersebut udah mateng buat produksi. Kalau software open source yang udah paling mateng, menurutku ya Blender 3D karena sudah diakui dan disupport oleh perusahaan studio animasi yang terkenal kayak Pixar, dll. Dan saya nggak bisa terus-terusan idealis, dan selalu menjelekkan produk basis Windows. Sekarang bagi saya yang penting kerjaan lancar, uang bisa cair. Dengan catatan software yang digunakan legal lho ya. Makanya rencana saya mau nabung dulu, buat belu software-software berbayar tersebut.

Berikut software-software yang saya instal di Windows 10 yang saya gunakan (semua list software adalah yang versi terbaru saat posting ini ditulis) :

  • Inkscape
  • Gimp
  • Blender 3D
  • Shotcut Video Editor
  • VLC
  • OBS Studio
  • Google Chrome
  • Opera Browser
  • 7-Zip
  • Libre Office
  • Telegram

Berikut hardware yang saya gunakan saat ini :

  • Lenovo Ideapad 3 Intel Core i5 gen11 VGA NVIDIA 2GB SSD512GB RAM8GB
  • Samsung Galaxy A8 2018 (Untuk dokumentasi foto/video dan sebagai hotspot wifi)
  • Mouse Logitech M90
  • Powerbank Micropack 10.000 mAh

Mungkin cukup itu saja peralatan apa saja yang saya gunakan untuk menunjang pekerjaan saya sebagai desainer grafis ini. Bismillah semoga, berkah semuanya Aamiin...

Read More

Mungkin sebagian dari teman saya mulai dari teman medsos hingga teman kantor pasti tahu kalau saya pengguna GNU/Linux atau Distro Linux. Ada alasan kenapa saya memutuskan kembali ke OS Windows setelah sekian lama menggunakan GNU/Linux. Ya pastilah ada alasan karena mengapa saya balik lagi ke Windows. Baiklah, disini akan saya kupas mengapa saya beralih kembali ke OS Windows.

Back to Windows setelah 8 Tahun Menggunakan Distro Linux

Pada waktu itu, mungkin tahun 2013 kalau ndak salah sebearnyasaya telah mengenal linux sejak 2009. Saya memutuskan menggunakan single OS GNU/Linux setelah saya privat ke Mas Hatta. Salah satu orang/pegawai Dinas Kominfo Surabaya yang gedungnya ada di sebelah masjid Al-Muhajirin. Sebelum mengenal mas Hatta, saya cukup kerepotan cari guru/mentor untuk belajar GNU/Linux. Meski ada Komunitas Linux Arek Suroboyo (KLAS) hasilnya percuma kalau tempat markasnya “maaf” selalu tutup (mungkin mereka ada kesibukan lain/kerja). Setidaknya sudah 3-4 kali saya mampir ke markas KLAS yang ada di lantai paling atas di mall bersejarah HiTech Mall Surabaya. Saya pun sudah telpon untuk janjian ya hasilnya percuma.

Saya sempat putus asa dalam belajar OS GNU/Linux ini. Setelah berjalan waktu, saya dikenalkan oleh guru SMK saya ke orang dinas KOMINFO Surabaya. Guru SMK saya ini punya kenalan dari dinas KOMINFO mungkin karena saya telah memenangkan Juara 1 berturut-turut lomba desain Gimp dan Inkscape sebanyak 2 kali se-SMA-SMK Surabaya. Jadi ceritanya saya diajak magang ke Dinas Kominfo Surabaya. Kalau ndak salah, saya diberi waktu 2-3 hari kalu ndak salah lupa aku. Di sana saya dikenalkan dengan Mas Hatta. Akhirnya pun saya punya guru atau mentor GNU/Linux deh. Waktu itu, pemerintah kota Surabaya mengkampanyekan Surabaya Goes Open Source. Dan mengeluarkan Distro Soerya berbasis Ubuntu. Sekarang entah, Linux Soerya masih hidup atau enggak tapi kayaknya enggak deh (jadi keinget proyek IGOS Nusantara sekarang udah ke versi Takada). Di sana saya mulai instal GNU/Linux dan distro yang di pasang adalah Ubuntu 12.04. Kemudian saya instal wvdial memakai WiFi sana. Untuk mengkoneksikan USB Modem Smartfren. Dan saya pun bisa memantapkan diri menggunakan Single OS GNU/Linux.

Back to Windows setelah 8 Tahun Menggunakan Distro Linux

Sejak saat itu, saya betah di GNU/Linux dan setiap ada permasalahan kompabilitas software. Pasti saya akan cari alternatif aplikasi lain yang bisa jalan di GNU/Linux. Saya pun sudah pernah gonta-ganti Distro Linux seperti IGOS Nusantara, BlankOn, Manjaro, Mandriva, LXLE, Linux Lite, Bodhi Linux, Slax, Elementary, KDE Neon, Xubuntu, dan akhirnya merasa lebih nyaman dengan Linux Mint sekian lama. Terakhir saya menggunakan Linux Mint 19.1 dan kemudian saya memutuskan untuk beralih ke Windows 10. Yang saya suka di GNU/Linux itu ringan, tampilan UI mudah dikustomisasi seperti dibuat tampilan Mac OS hingga Windows, banyak pilihan DE (Desktop Environtment) tinggal install, gak pusing mikirin malware. Pokoknya enak, nyaman, dan gak gampang bosan. Cuma ada beberapa kekurangan di GNU/Linux seperti masalah kompabilitas software dan hardware ya karena kebanyakan pakai aplikasi Windows jadi mau gak mau saya harus menyesuaikan, update software yang cukup ribet misal update Chrome/Opera cukup ribet waktu itu saya biasanya menghapus Chrome lama, lalu download Chrome baru kemudian instal. Cara ini cukup ribet dan makan waktu (saya tidak tahu apakah ada cara cepat, karena saya sudah googling sana kemari masih belum menemukan jawaban yang pas). Yang paling gampang yang saya ketahui ya update aplikasi telegram.

Back to Windows setelah 8 Tahun Menggunakan Distro Linux

Tepat di bulan September ini, setelah dua tahun menabung, saya membeli laptop baru dengan merk Lenovo yang sudah include Windows 10 dan Office original. Untuk kisah bagaimana kok akhirnya saya memilih laptop brand lenovo anda bisa klik link disini. Gara-gara kebiasaan memakai Windows 10 di kantor. Entah kenapa saya lebih nyaman dengan OS ini teruttama kemudahannya dan fitur bawaan laptop yang emang didesain untuk Windows. Emang sih sempet waktu itu sempet rame masalah lamanya Windows Update yang nggak bisa didisable. Tapi lama-kelamaan Windows 10 makin stabil dan lancar. Apalagi ada info muncul Windows 11 dengan tampilan sudut membulat, tidak kaku kayak UI Windows 10. Sempat saya kepikiran untuk instal single OS GNU/Linux. Tapi ya eman juga sih, padahal udah dapet bawaan Windows 10 dan Office ori kok malah dihapus. 

Selain itu, kenapa saya harus balik ke Windows adalah karena saya rencananya menggunakan aplikasi video editing Filmora. Karena kemudahaanya dan banyak efek-efek menarik yang siap pakai. Dan juga ada rencana membeli produk Affinity buat pengganti produk Adobe (psd, ai). Rencananya sih kalau Affinity gak bisa, ya saya harus langganan Adobe. Mau gak mau ya gimana lagi, karena standar global. Masak kita harus memaksakan customer?

Oh iya, pas pakai Windows 10 di laptop Lenovo ini. Banyak fitur bawaan laptop yang sangat membantu saya Lenovo Vantage yang keren berisi tentang system info hingga detail lain (maaf gak bisa jelaskan lebih detail karena saya masih mendalami). Kalau saya instal GNU/Linux jelas lah gak ada, kalau ada masalah kita cari sendiri lah, itupun kalau dijawab komunitas. Terkadang ada yang jawaban yang kurang mengenakkan. Meski sudah ada di google jawabannya harusnya kan disambut baik, memang lebih baik dipandu sama ahlinya langsung (offline ya) yang sudah terbiasa menggunakan GNU/Linux.

Intinya jika kita menggunakan Laptop dengan include Windows 10 selain nyaman dan mudah terdapat fitur tambahan seperti Lenovo Vantage yang keren. Kalau ada masalah tinggal bawa aja ke service center tanpa harus cari solusi masalah teknis. Karena SAYA INI END USER, cuma tinggal pakai saja buat menunjang kerjaan kecuali kalau saya kerjanya bidang server. Selain itu ada fitur menarik dari bawaan laptop, flip to boot. Jika kita buka laptop maka si laptop akan menyala otomatis. Njiiir kayak Macbook dong…. Keren… Karena yang saya pakai saat ini adalah brand Lenovo, saya kurang tahu kalau brand lain.

Saya rasa cukup sampai disini saya, curhatan mengenai kembali ke Windows setelah 8 tahun menggunakan Linux. Disini saya tidak menjelekkan Linux. Semua OS baik itu Windows, GNU/Linux, Mac OS pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Tiap individu juga pasti memiliki prefernsi sendiri terhadap suatu OS. Oh iya, meski saya sudah beralih ke Windows 10, saya masih tetap menggunakan software open source seperti Inkscape, Gimp, Blender, Shotcut, dan Libre Office. Kalau dilihat software Blender ini semakin pesat perkembangannya, saya harap software open source lain bisa mengikuti jejak Blender 3D ini. Maaf jika saya ada salah kata, terima kasih telah berkunjung di blog ini. Bye bye di tulisan berikutnya.

Read More

Hai kawan, pada tulisan ini saya akan share bagaimana cara mengatasi gambar yang tidak muncul di blogger atau blogspot ini. Sejak mengenal dunia blog, saya jatuh cinta sama blogger atau bisa di bilang blogspot ini. Kenapa? Karena kita bisa menuangkan tulisan kita secara gratis tanpa dipungut biaya bulanan. Selain itu, kita dapat membuat custom domain di blogger/blogspot. Jadi ketika membangun sebuah situs blog, kita hanya menyediakan domain TLD saja biar kelihatan professional gitu… hehehe…

Trik Mengatasi Gambar Tidak Muncul di Blogger/blogspot

Nah, setelah sekian tahun. Saya masih nyaman dengan platform blogger atau blogspot ini. Dan pada suatu ketika, mungkin beberapa bulan yang lalu. Saat saya membuat postingan baru di blog sebelah www.desainew.com tiba-tiba gambar nya tidak termuat alias tidak tampil. Aku cukup kebingungan waktu itu. Sudah coba berbagai cara seperti ganti template, ganti gambar, dan lainnya tetap aja hasilnya nihil. Mbuhlah pokok e, Mumet… Sehingga saya googling, apakah ada yang mengalami kejadian seperti saya ini? Saya pun sempat mencoba membuka blog saya itu lewat jalur VPN dan ternyata berhasil. Berarti saya simpulkan ada masalah dengan jaringan yang saya gunakan. Untuk internet provider yang saya gunakan bertahun-tahun adalah Tri. Pada selama itu, saya tidak mempermasalahkan dengan koneksi pakai tri. Kemudian pas saya coba akses blog saya menggunakan provider indihome, kadang bisa termuat, kadang tidak muncul gambarnya.

Lalu saya mendapatkan informasi dari mas Sugeng. Salah satu blogger terkenal. Karena saya menggunakan/membeli template dari mas Sugeng, saya mendapatkan bahwa info tidak munculnya gambar di platform blogger bukan masalah dari templatenya. Isi pemberitahuan dari channel telegramnya tertanggal 26 Mei 2021 sebagai berikut 

Selamat pagi,
Saat ini sepertinya sedang ada gangguan pada jaringan Internet Telkom (Indihome/Telkomsel) sehingga gambar yg dihost di blogger tidak bisa dibuka.

Permasalahan ini tidak ada kaitannya dengan blog maupun template, tapi murni karena gangguan jaringan internet.

Untuk solusinya bisa coba ganti DNS server di router atau PC menggunakan DNS Google/Cloudflare.

Terima kasih.

Kalau dilihat dari pesan itu, ternyata tidak hanya dialami saya yang menggunakan provider Tri ternyata pada jaringan Indihome/Telkomsel juga mengalaminya. Waduh pikirku, gimana ini ya? Kebanyakan pengunjung blog tidak tau/gaptek setting DNS hingga cloudflare untuk koneksinya.

Setelah saya coba sana-sini. AKHIRNYA, saya menemukan solusi paling MUDAH dan SIMPLE bagaimana mengatasi gambar tidak muncul/tidak termuat di platform blogger/blogspot ini. (Catatan : disini sebaiknya ada mengetahui dasar dari html dan css agar bisa dengan mudah paham). Oke, disini kita edit salah satu postingan kita. Caranya masuk pada bagian Posts, klik salah satu Postingan. Kemudian masuk ke HTML View. Lalu edit sumber link gambarnya.

Secara default, link gambar yang ada di blogger ada di blogspot seperti ini (lihat angka tebal warna merah)

<a href="https://1.bp.blogspot.com/gambar-anda.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="info-gambar" border="0" data-original-height="506" data-original-width="900" height="360" src="https://1.bp.blogspot.com/gambar-anda.jpg" title="info-gambar" width="640" /></a>

Nah, disini kita hanya ganti angka 1 ke angka 2 atau 3 terserah pakai yang mana. Karena dalam uji coba saya menggunakan antara angka 2 dan 3 jadi seperti ini (INGAT!! anda harus ganti dua-duanya di a href dan src) (lihat angka tebal warna biru)

<a href="https://2.bp.blogspot.com/gambar-anda.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="info-gambar" border="0" data-original-height="506" data-original-width="900" height="360" src="https://2.bp.blogspot.com/gambar-anda.jpg" title="info-gambar" width="640" /></a>

Kemudian kembali ke Mode Compose View, dan lihat gambarnya sudah muncul atau tidak, Kalau saya sih, seharusnya bisa muncul gambarnya di postingan blog. Jangan lupa untuk klik Update, agar tersimpan perubahannya.

Nah, bagaimana menurut teman-teman? Cukup gampang bukan bagaimana cara mengatasi masalah gambar atau foto tidak muncul di blogger/blogspot ini. Cukup itu saja untuk tulisan ini. Jika masih bingung anda bisa tanyakan di kolom komentar di bawah ini. 

Catatan tambahan : Hingga saat ini gambar kadang masih belum bisa dimuat jika belum diganti link sourcenya (entah kenapa dengan jaringan providernya). Jika anda belum mengganti link source gambarnya, maka SEGERA edit link source gambarnya demi kenyamanan pengunjung blog anda.

Read More

Disini saya akan menceritakan pengalaman saya proses perpanjangan SIM C di BG Junction di kota Surabaya yang memang ada sedikit bumbu dramanya kalau menurut saya hehehe. Jadi disini, SIM C saya sudah habis tanggal sekian, bulan sekian, tahun 2021. Sekitar tiga bulan sebelum masa SIM C habis, saya cari-cari info di internet tentang informasi perpanjangan SIM C di Surabaya. Katanya ada aturan baru untuk perpanjang SIM yang masa 5 tahunan kayak pemilu itu. Dan setelah saya kumpulkan beberapa referensi, dan sebagian besar dapat informasi dari instagram @satpascolombo_sby dengan syarat perpanjangan SIM C sebagai berikut :

  1. Fotocopy KTP sebanyak 3 lembar
  2. Surat keterangan sehat
  3. Hasil Tes Psikologi 
  4. SIM lama Asli dan Fotocopy 3 lembar untuk jaga-jaga

Sayapun segera set alarm sebulan sebelum masa SIM C habis. Namun pada saat itu kok alarmnya gak berbunyi? Untung saja aku ingat masalah SIM ini. Dan saya cari info tempat perpanjang SIM, baik di corner maupun lewat SIM keliling. Dan ternyata oh ternyata, ada aturan kalau di SIM corner hanya bisa perpanjang di masa tenggang. SIM Corner H-3, SIM Keliling H-1, dan Satpas Colombo H-14 (info dari IG satpas colombo). Waduh kok mepet gini ya? Perasaan dulu gak gini deh, bisa perpanjang sebulan sebelum masa SIM habis. Apa gara-gara pandemi. Mbuhlah, mau gak mau saya harus ikuti aturan itu.

Awalnya saya berencana ke satpas colombo karena bisa dilakukan di H-14. Tapi masalahnya hanya buka di jam kerja. Sayapun agak malas ijin keluar saat jam kerja, soalnya nggak enak aja sama bos. Jadi saya mengalihkan rencana perpanjang SIM di SIM corner antara Siola dan BG Junction. Awalnya saya pilih Siola biar bisa hemat parkir (berapa ya saya kurang tau kalau sekarang). Untuk SIM Corner di Siola ternyata di hari Minggu tutup. Dan untuk BG Junction minggu masih buka meski saya agak keberatan dengan biaya parkir 5 rebu.

Oke, tepat di H-3 (pas hari Minggu) sekitar jam 10:30 saya bergegas untuk berangkat ke SIM corner BG Junction. Betapa lupanya saya, untuk fotocopy KTP dan SIM yang saat di hari Minggu kebanyakan tempat fotocopy tutup. Untung aja ada satu tempat fotocopy buka. Alhamdulillah… Kemudian saya agak tergesa-gesa menuju BG Junction karena takut antri banyak dan dibatasai 25% kalau ndak salah.

Suasana ruangan sim corner di BGJunction Surabaya

Setelah sampai di parkiran dalam BG Junction, saya masuk pintu Mall yang cukup sepi pengunjungnya. Sayapun nyari-nyari tempat SIM cornernya. Untung aja ada satpam yang bisa ditanyai, ternyata tempat SIM cornernya ada di lantai atas (maaf lupa lantai berapa). Setelah masuk pintu tempat SIM corner yang ternyata sepi (jadi aman deh), saya ditanyai petugas mau apa mas? mau perpanjang sim pak jawabku. Siapkan SIM C asli, fotokopian SIM dan KTP ya mas? baik pak. Kemudian saya tunggu sebentar lalu dipanggil lagi. Sudah ada surat kesehatan? belum pak. Oke masnya bisa ke lantai atas lagi untuk cek kesehatan dan tes psikologi sambil menyodorkan nomor antrean. Sayapun agak bingung nyari tempatnya, untung aja ada satpam di lantai atas yang bisa ditanyai. Maklum karena saya bukan anak Mall jadi agak bingung juga sih.

Nomor antrian perpanjangan sim c corner di BG Junction Surabaya

Setelah menemukan tempat cek kesehatan dan tes psikologi di pojokan dalam yang suasana sepi sekali. Tiba-tiba ada orang keluar (bikin kaget aja) menanyai saya, mau cek kesehatan mas? iya mas jawabku. Disini saya dimintai fotocopy KTP kalau gak salah. Dan saya pun dites kesehatannya seperti tes tekanan darah, tes penglihatan, dan berat badan. Hasilnya normal. Dan untuk biaya cek kesehatan disini sebesar Rp 40.000. Kemudian saya diarahkan untuk tes psikologi di tempat sebelahnya.

Layanan psikotes dan cek kesehatan sim corner BG Junction Surabaya

Mbak, saya mau tes psikologi? saya bilang. Oke mas, silahkan isi data dulu ya mas. Kemudian isi pertanyaan disini dengan centang Iya atau Tidak. Dan untuk biaya tes ini sebesar Rp 50.000 dan menyerahkan fotocopy KTP. Sayapun mulai mengisi jawaban tes Psikologi ini. Salah satu tes pertanyaan yang cukup lucu, Apakah anda risau memikirkan masalah keuangan dan ekonomi? Apakah anda sering berak dalam satu bulan ini? Saya jawab sesuai yang saya alami deh. Setelah selesai saya kumpulkan (jadi keinget sekolah). Oh iya, di ruangan tes psikologi ini ada dua orang termasuk saya. Untuk tes Psikolgi SIM A dan B mungkan saja pertanyaannya berbeda. Setelah lolos tes Psikologi, saya kembali lagi ke SIM corner untuk menyerahkan ke bapak tadi. Dan ditanyai golongan darahnya apa.

Selanjutnya saya diarahkan untuk mengisi formulir data diri permohonan perpanjangan SIM C. Tenang aja, disana ada contoh pengisian formulirnya. Setelah mengisi formulir, kemudian saya serahkan ke tempat penyerahan di sebelah tempat pengisian formulir. Di tempat penyerahan formulir ini dikenakan biaya perpanjangan SIM C sebesar Rp 75.000 Setelah itu saya menunggu panggilan untuk foto.

Setelah beberapa menit menunggu saya dipanggil untuk di foto. Dan ternyata hasil fotonya kurang bagus jadi ada bagian yang ilang gitu karena baju saya sama background foto sama-sama berwarna biru. Akhirnya saya minta foto ulang dengan mengenakan jaket abu-abu. Dan bisa. Meski hasil fotonya kurang ganteng padahal aslinya ganteng. Setelah foto, saya dipandu untuk scan semua sidik jari (kanan dan kiri totalnya ada 10 jari). Kemudian saya diminta memastikan data diri saya benar atau tidak. Setlah itu saya menunggu lagi untuk cetak SIM C.

Beberapa menit berlalu, saya dipanggil untuk mengambil SIM C nya. Ketika serah terima SIM C nya. Bapaknya bilang kalau SIM nya dijaga dengan baik-baik. Lebih baik SIM nya di bungkus mika plastik atau sekalitan di laminating. Karena memang saya lihat di kartu SIM nya ada plastik yang sebagian terbuka dan ini jangan sampai terbuka semua. Untuk sementara saya bungkus plastik eceran kemudian saya isolasi perekat. Malas juga untuk laminating. Dan bapaknya berpesan untuk foto SIM sama KTP berjejer untuk jaga-jaga buat bukti jika SIM hilang.

Sekitar jam 12:30 saya memutuskan untuk pulang ke rumah, capek juga ternyata tapi lumayan dapat wawasan baru perpanjang SIM C di SIM corner BG Junction. Berikut rincian biayanya :

  • Cek Kesehatan 40 ribu
  • Tes Psikologi 50 ribu
  • Biaya perpanjang SIM C 75 ribu
  • Parkir dalam Mall BG Junction 5 ribu
  • Biaya Fotokopi sekitar 4 ribu

JADI Total biaya Rp 174.000

Mungkin cukup itu saja cerita saya perpanjang SIM C disini. Maaf jika ada salah kata dari saya. Terima kasih telah membaca cerita saya ini dengan seksama.

Read More

Hai, saya Irfan Prastiyanto. Mungkin ini adalah cerita pertama saya di platform blog personal ini. Sebenarnya saya punya blog lain sih tapi isinya tentang desain grafis yang anda bisa buka di www.desainew.com Memang bukan blog tentang pribadi/cerita tapi fokus tentang desain grafis berbasis open source. Nah, disini saya akan ceritakan pengalaman saya ketika membeli notebook baru. Karena sudah waktunya upgrade atau bisa dibilang “LEM BIRU” (“Lempar beli baru” bahasa gaul/kerennya). Oke, mari dengarkan cerita saya bagaimana saya kok bisa memilih notebook lenovo ideapad 3 Core i5 Gen 11 ini.

Awalnya, saya berencana ganti laptop sejak 2 tahun yang lalu. Dan sejak saat itulah saya mulai menabung. Mulai dari menyisihkan gaji, berusaha update konten youtube, sampai nyari project fleelance. Kadang ada aja pengeluaran yang emang HARUS dikeluarkan dan gak bisa ditunda. Seperti perpanjang STNK motor 5 tahunan pada November tahun kemarin, bayar kontrakan, servis motor, ganti ban, hingga perpanjang sim. Haduh… Kapan beli laptopnya kalau kayak gini? Pikirku…

Dalam waktu itu, saya juga meriset brand laptop apa yang terbaik menurut versi saya dan sesuai budget (Budget saya 12 Juta). Kan saat ini laptop/komponen komputer lagi naik-naiknya. Mengapa bisa naik? Setelah saya telusuri berita dan channel youtube, ternyata penyebabnya adalah kelangkaan chip tapi permintaan semakin naik, belum lagi stok VGA yang semakin diburu para miner yang bisa juga mempengaruhi harga komponen lain seperti RAM, SSD, dll. Pada beberapa bulan lalu, sempet ada terobosan mining crypto menggunakan SSD. wadoooohhh… Saya pun cuma bisa bersabar, dan berharap bisa cepet kebeli laptopnya. Karena harga laptop sekarang emang sudah naik terutama laptop kelas bawah yang menggunakan prosesor celeron atau sekelasnya.

Nah disini saya tidak memburu laptop celeron ya. Karena dibutuhkan dalam kerja saya yang berfokus desain grafis dan main wordpress. Disini saya sudah mantep dengan prosesor Intel Core i5 Gen 11 yang cukup jika menjalankan android studio (karena rencananya saya belajar ini). Pada awalnya saya bingung memilih antara Core i5 Gen 11 atau Gen 10 yang lebih murah. Terus kalau memilih Core i5 Gen 11, sebaiknya pakai NVIDIA atau tidak? Sempet saya kepikiran menggunakan AMD Ryzen 5000 series yang harganya terjangkau tapi performa mantul. Memang sih, AMD paling terdepan inovasinya dibanding Intel. Tapi setelah saya riset di internet saya pilih Intel. Karena AMD mungkin menurut saya belum stabil meski gak banyak sih kalau untuk ngetik-ngetik sih oke (CMIIW) namun pas digunakan software tertentu beberapa ada masalah. Anda bisa liat di grup facebook aja. Bukannya saya menjelekkan AMD ya, saya akui AMD saat ini tercepat dengan fabrikasi 7nm. Udah cepat, hemat daya pula. Untuk Intel emang bukan tercepat cepat, serta masih pakai fabrikasi lama, namun stabil saat diajak kerja (ini menurutku lho ya).

Untuk brand laptop sendiri kenapa saya pilih lenovo itu banyak alasannya. Saya sangat berterima kasih kepada channel IT di youtube seperti DK ID, Calosa Gadget, Kharisma Kencana, Suka IT, dan Tech and Tips mengenai informasi dunia per-laptop-an di Indonesia. Disini saya ada pilihan brand terkenal seperti HP, ASUS, Lenovo, dan MSI (Maaf karena saya tidak pilih brand lokal). Untuk brand HP, memang kuakui desain eksteriornya tampak mewah tapi mahal pilihannya pun sedikit (efek langka mungkin). Untuk brand MSI emang keren juga, minimalis, tapi yang murah cuma ada core i3 diatasnya mahal. Nah tinggal antara ASUS dan Lenovo nih. Oh iya, mahal disini maksud saya tidak sesuai budget yang saya miliki lho. Budget saya sekitar 12 juta.

Disini saya cukup bingung memilih antara ASUS dan LENOVO. Dalam salah satu video, lupa channel mana. Ada adu benchmark antara notebook ASUS dan LENOVO dengan spesifikasi yang sama tapi harganya beda (lebih murah Asus). Dan ternyata lebih unggul LENOVO dalam hal bechmark. Terus kata “reviewer “mengetik di notebook lenovo lebih nyaman, kemudian ada tombol privacy webcam, lalu bisa atur memori VGA di Bios kalau di Ryzen, dan juga kita bisa cari nama komponen lengkap di website lenovo.

Setelah mantap dengan brand LENOVO, saya tinggal nyari toko laptop yang sesuai budget. Karena ada toko yang stoknya ada, ada yang kosong, ada yang mahal, murah, dll. Karena saya tinggal di kota Surabaya. Saya sempatkan main di HiTech Mall. Dan disana lumayan sepi dan saya pun tidak bisa membandingkan harga antara satu toko dengan toko yang lain. Karena itu saya pindah ke ITC Mall karena banyak dari toko di HiTech Mall yang pindah ke sini. Dan saya berangkat jam 10:15 ke ITC Mall. Karena tujuan saya membandingkan harga di toko paling rame yaitu LAPTOP ONE dengan toko lain. Memang di toko LAPTOP ONE ini menurut saya lebih murah, dan cukup banyak bonusnya seperti include anti gores, dll. Tapi antrinya itu lho lamaaa.

Pengalaman cerita beli laptop notebook baru merk lenovo core i5 generasi 11 di ITC Mall Surabaya

Kemudian saya menemukan beberapa toko salah satunya MURAHKOM di pojokkan. Terpajang ada Lenovo Core i5, Ram 8GB, SSD 512GB, VGA Nvida, Layar IPS dengan harga 11,7 jutaan. Namun kalau di toko LAPTOP ONE, sama seperti spek diatas tapi dengan RAM 12GB namun layar belum IPS. Nah ini cukup membuat saya dilema selama 2 jam an mikir hehehe. Akhirnya saya memutuskan membeli laptop ke toko MURAHKOM. Karena mempertimbangkan malas mengantri, dan memilih layar IPS biar saya betah berlama-lama di depan laptop.

Incaran laptop notebook lenovo core i5

Toko MurahKom yang ada di pojokkan lantai 2 ITC Mall Surabaya

Setelah deal, saya dibukakan laptopnya. Dan saya terkagum dengan laptop tahun sekarang. Tampak minimalis dengan bezeless yang tipis di kanan dan kiri. Beratnya juga lebih ringan dibanding dengan laptop saya dulu. Dan ketika dinyalakan, wuiihhh layarnya lumayan gonjreng dibanding layar TN (ya meski lebih gonjreng AMOLED). Maklum ini pertama kali saya pegang laptop layar IPS dengan resolusi Full HD. Sebelumnya saya lebih sering dengan laptop layar TN dan resolusi mentok HD. Disana saya tes suara, gambar, wifi, dll. Dan saya coba shutdown lalu tutup laptopnya. Karena saya lupa menaruh penyekatnya, saya buka kembali laptopnya. Dan lho lho lho, kok nyala otomatis mirip kaya Macbook donk. Nanya sellernya emang gitu kok, kalau mau disable, bisa lewat biosnya.

Dan akhirnya deal dan melakukan proses pembayaran. Disini saya melakukan transfer melalui BCA dan tidak cash (karena takut bawa uang banyak). Untuk harganya 11.750.000. Oh iya, untuk garansi laptop lenovo ini 2 tahun dan untuk bonusnya saya hanya dapat tas laptop saja meski saya berharap lebis sih. Kemudian sekalian saya beli dan pasang Anti Gores di toko sebelah (lupa namanya di beri tahu sellernya) dengan biaya 65.000. Dan tabungan pun tersisa sekian ratus ribu, berharap bisa cukup untuk sebulan.

Sekitar jam 15:00 saya memutuskan untuk pulang. Setelah saya sampai di rumah. Saya lupa kok ndak sekalian saja beli mousenya. hadehhh. Sampai saat menulis cerita ini, saya tidak menggunakan mouse. Ada sih mouse lama, cuma ya juga waktunya ganti baru karena udah lima tahunan juga (klik mouse dan scrollnya udah nggak enak). Saya rasa cukup ini saja cerita pengalaman saya membeli laptop baru ini. Terima kasih telah meluangkan waktu anda membaca cerita saya ini.

----

Disclaimer : Semua brand laptop menurut saya bagus semua terutama brand global. Setiap brand memiliki kelebihan dan kekurangan tinggal disesuaikan saja sama kebutuhan dan budget. Tinggal bagaimana kita merawatnya. Disini saya tidak diendorse oleh brand manapun. Cerita ini murni pengalaman dan riset pribadi. Jika ada kesalahan penyampaian harap maklumi, karena saya hanyalah manusia biasa.

Read More