Hai gaes, disini saya share cerita pengalaman saya membuat E-KTP di kota Surabaya. Tentunya bukan saya yang membuat E-KTP ini. Jadi Adik saya yang membuat E-KTP baru karena udah 17 tahun. Nah, mau tahu bagaimana cerita pengalaman membuat E-KTP baru ini?

Pengalaman Bikin E-KTP baru di Surabaya

Sedikit Cerita Waktu Dulu bikin E-KTP Perdana

Waktu itu pas saya masih sekolah kalau ndak salah tahun antara 2014-2015 aku lupa. Intinya pas migrasi dari KTP klasik ke E-KTP. Nah, pas mau bikin E-KTP waktu itu, saya harus ambil antrian di jam 3.00 pagi. Saya ditemani oleh seorang tetangga saya untuk menunggu ambil antrian disini saya juga mengambil antrian untuk tetangga yang lain (uenaak tinggal nitip). Kira-kira nunggu sampai jam 6-7 pagi, saya pulang untuk antar jemput ibu saya ke kantor kecamatan Tambaksari, Surabaya. Dan saya dapat antrian belasan. Jadi nggak rugi lah nunggu jam 3 pagi hahahaha… Dan waktu itu antrian “BUANYAAKKK” sekali kayak nunggu antrian bantuan padahal antri E-KTP. Saya pun waktu itu belum sempat mandi, agar biar gak ketinggalan antriannya. Jadi foto E-KTP nya jadi gak kelihatan gantengnya. Dan hasilnya pun nunggu bulanan. Jadi waktu itu Ribet sekali, belum lagi alat scannya ada yang gak berfungsi, alatnya pun cuma ada 2 buah. Bayangkan betapa sesaknya waktu itu, halaman kantor kecamatan penuh sama orang-orang yang ngantri.

Pindah di Waktu Sekarang

Nah tepatnya di bulan ini, tahun 2022 kebetulan adik saya udah berumur 17 tahun udah lewat. Ibu saya minta tolong dampingi membuat E-KTP. Saya jadi keinget masa lalu yang ribet sekali jadi bikin males. Ya, mau gak mau ya laksanakan perintah Ibu. Jadi saya googling ada 2 cara bisa langsung ke Siola/dispenduk atau ke kantor kecamatan tanpa surat pengantar RT/RW. Tanya tetangga ada banyak jawaban beragam.

Akhirnya pas di hari Senin, saya coba deh. Awalnya berangkat kerja dulu buat absen, jam 9 pagi balik ke rumah untuk antar Adik ke kantor kecamatan Tambaksari. Setelah sampai di depan kantor kecamatan. Ternyata cukup sepi. Kuparkirkan sepeda motor Supra kesayangan, dan tanya-tanya ke petugas di kantor kecamatan. Dan tinggal masuk untuk persyaratan pembuatan E-KTP baru hanya siapkan 2 lembar fotokopi Kartu Keluarga. Tinggal tunggu sampai dipanggil untuk foto dan scan sidik jari.

Kira-kira setengah jam lebih dikit proses pengambilan data E-KTPnya. Dan selanjutnya nunggu sebentar gak lama kok. Nanti dipanggil untuk tanda terimanya yang nanti bisa diambil E-KTP yang sudah jadi di Kantor Kelurahan satu minggu berikutnya.

Kesimpulan

Nah, seperti itulah proses pembuatan E-KTP baru di Surabaya ini. Dan ternyatan CEPAT juga ternyata. Sebelumnya saya kepikiran masalah blanko, proses yang lama, antri yang lama, dll. Pelayanan publik sekarang lebih enak dibanding masa lalu. Mungkin karena E-KTP punya jangka waktu seumur hidup jadi gak ada yang antri mungkin wkwkwkwk.

Jadi itulah cerita saya bikin E-KTP untuk Adik saya yang Cepat juga Ternyata Prosesnya. Mungkin di kota lain beda lagi ceritanya tergantung kebijakan dan birokrasi pemerintah lokal setempat. Cukup sekian tulisan blog ini, sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya


Read More

Pada curhatan ini, masih berhubungan dengan dhuwit. Tentunya sekarang bukan masalah bank ya, meski masih ada hubungannya dengan bank. Nah, disini saya akan menceritakan pengalaman saya plus minus menggunakan FLIP sebagai perantara transfer uang antar beda bank tanpa biaya alias GRATIS. 

Aplikasi Flip

Oke, menurut web resmi flip.id memiliki fitur utama melakukan transfer beda bank, top up e-wallet, kirim uang ke luar negeri tanpa biaya alias gratis. Didalamnya juga terdapat beli produk digital (bisa dibilang ini fitur tambahan lah…). Sekarang kamu bisa melakukan transfer beda bank tanpa kena biaya 6.500 (transfer instan) atau 2.500 (jaringan BI FAST). Prosesnya cepat juga tinggal tunggu sekitar 2-3 menitan di jam kerja FLIP (menurut pengalaman aku).

AWAL Mula saya kenal FLIP

Sebenarnya, saya udah dari lama kenal FLIP ini mungkin sekitar 2 tahunan (agak lupa sih tepatnya). Awalnya saya butuh transfer uang buat pengumpulan dana untuk berbagi. Nah, kebetulan teman aku, hanya memiliki rekening jenius. Akhirnya saya nyari cara lain lewat googling dan ketemulah aplikasi FLIP ini. Dan kemudian saya coba-coba dan itu berhasil. Sehingga saya bisa transfer uang beda bank tanpa biaya. Sekarang saya butuh FLIP lagi buat transfer dari BCA ke Jago untuk isi saldo.

BATASAN Nominal Transfer FLIP

Setelah beberapa waktu berjalan, ternyata ada batasan untuk tranfer uang di FLIP ini. Kalau gk salah waktu itu dibatasi maksimal 500.000 rupiah (saya tidak tahu itu untuk per bulan atau tidak). Akhirnya saya coba deh verifikasi data diri, agar bisa dapat limit 5.000.000 tranfernya (CMIIW). Setelah coba foto kartu identitas KTP dan foto diri ternyata tidak bisa. Dan ini salah saya sih, harusnya foto SIM Motor (Surat Ijin Mengemudi) karena pas awal daftar saya pakai nomor SIM. Dan kemudian saya coba cara kedua lewat dokumen pendukung. Disini saya masukkan foto SIM. Dan hasilnya tidak terverifikasi. Haduh… 

Aplikasi Flip

Aplikasi Flip

Selanjutnya lewat alfamart, jadi saya pergi ke Alfamart terdekat dan bayar 4.000 rupiah (biaya admin katanya). Kata mbak Alfamart, sudah verifikasi. Ya udah, saya langsung pulang. Pas di rumah saya cek aplikasi FLIP dan ternyata masih belum verifikasi. Dan di struk Alfamartnya tunggu sampai H+1. Setelah melewati satu hari, akun saya masih belum terverifikasi juga…. Haduuuhh…

Verifikasi Flip lewat Alfamart

Mulailah DRAMA saya dengan FLIP

Nah, disini dimulailah DRAMA saya dengan orang FLIP. Setelah H+1 saya coba chat melalui web FLIP.id. Disini saya sampai keluhan saya dan saya lampirkan bukti struk dari Alfamartnya sekitar jam 5 sore. Dan saya juga mengirim lewat email juga. Dan ternyata apa balasannya? Di chatnya samapi malam gak dibalas, sedangkan di email dibalas di besok harinya jam 4 pagi njirr… Disitu diminta data email, no KTP/SIM atau intinya seputar akun lah. Ya saya kirimkan lah. Dan di hari itu tidak mendapat balasan, dan dibalas di besok harinya…. NJIRRR lelet bener ya CSnya. Dan ditanya lagi kronologinya…Asem dah, kudu ngamuk ae…!!! Terus berulang, saya bales, mereka bales di besok harinya. Sampai hari ke 6, belum dapet balesan juga, saya follow up tanya mengenai akun saya. Dan siangnya akun saya terverifikasi. Haduuuhhh lelah juga mengurus verifikasi manual ini. 

Aplikasi Flip

Sebenarnya FLIP sebagai transfer uang beda bank ini menurut saya sangat bagus dan cepat juga. Namun layanan CSnya yang SUPER lelet bikin pengguna harus bersabar setidaknya 1 minggu kalau menurut pengalaman saya SAAT INI. Intinya kalau besoknya nggak dibalas, kamu segera follow up tanyakan akun FLIP kamu kapan segera terverifikasi. Ini kalau kamu harus verifikasi manual seperti saya. Soalnya teman saya verifikasi pakai foto, bisa dengan cepat terverifikasi. Ya, kekuranganny itu aja sih, masalah dukungan itu. Lainnya saya suka.

KESIMPULAN

Setelah verifikasi berhasil. Saya sangat senang sekali sih. Karena saya memang sangat butuh aplikasi ini. Sebenarnya ada aplikasi lain seperti Oy! Atau memanfaatkan transfer gratis di bank-bank tertentu. Oy! Masih banyak kekurangannya kamu bisa cek sendiri, kalau memanfaatkan fitur di bank tertentu itu juga ada syarat dan ketentuannya. Dan FLIP ini sangat recomended sih buat kamu yang sering transfer beda bank (meski limit 5 juta sehari tapi itu lebih dari cukup). Kekurangannya di FLIP ya itu, CSnya super lelet. Semoga kedepannya layanan CS jadi lebih baik lagi. Ya, itu saja untuk cerita curhatan saya tentang drama dengan FLIP ini. Jika kamu mau daftar akun FLIP baru masukkan kode referral RDSI5023




Read More

BRI Bank Rakyat Indonesia. Apa yang kamu pikirkan sama Bank BUMN satu ini? Bank ini yang selalu bikin aku ngelus dada. Haduhhh… Untung aja aku gak terlalu sering transfer lewat BRI ini. Memang awal tujuanku bikin rekening BRI ini (pakai Simpedes) hanya buat tabungan keluarga. Tabungan BRI ini aku buat sejak saat aku masih SMK pada tahun 2012 kalau gak salah. Karena ibuku waktu itu bahkan sampai sekarang tidak mau bikin tabungan atas nama beliau sendiri. Waktu itu biaya admin per bulan dikenakan 5.000 - 5.500 rupiah (aku lupa). Sekarang 7.500 karena ada biaya ATM ditambah lagi potong pajak dan biaya sms notifikasi.

Layanan Bank BRI yang Bikin Gemes Gregetan

BRI ini notabene Banknya wong cilik. Karena di pedesaan banyak yang menggunakannya. Tapi kok cukup banyak biaya sana-sini. Masa, transfer sesama BRI kena biaya? Ini untuk transfer lewat ATM ya… Meski begitu ini sangat disayangkan sih. Belum lagi jaringan tiba-tiba offline. Bayangkan jika kamu mau ambil uang di ATM BRI buat kebutuhan mendesak, dan tidak bisa tarik tunai? Gimana perasaanmu… Nah, ini pernah kejadiaan di aku… Untung aja aku punya cadangan tabungan di bank lain. Aku sampai heran kok bisa gini ya Bank BUMN ini. Padahal sebelumnya gembar gembor punya satelit sendiri, masak kalah sama bank swasta lain. Jadi aku heran satelit itu buat apa dong?

JADI Gimana? Apa aku masih setia pakai BRI?

Setidaknya selama hampir 10 tahun bisa dibilang setia masih menggunakan BRI. Betah njirrr… Bukannya betah, lha wong aku jarang transaksi karena ini tabungan keluarga. Paling cuma cek di ATM, setor/tarik sebulan paling cuma sekali. Sebenarnya sudah dari dulu, aku berencana mau pindah Bank. Diantaranya Bank Syariah atau Bank lain yang memiliki bebas admin bulanan. Namun, terkendala jam kerja jadi tidak bisa. Males aja ijin keluar bentar buat ke Bank. Nah, kemarin pas coba cek saldo lewat BRImo. Pas login tidak bisa masuk. Dan katanya aku salah input. Aseeem dah… Padahal aku yakin benar, dan akhirnya terblokir… Saking jengkelnya disini, udah fix aku pindahin semua dana di BRI ini ke Bank lain… 

Lalu MAU pindah ke Bank mana?

Nah, sebelumnya aku riset terlebih dahulu. Salah satunya aku pilih BSI (Bank Syariah Indonesia). Awalnya aku pilih BNI Syariah karena sekarang jadi merger jadi BSI. Masalahnya ada BRI Syariah yang juga merger. Jadi pikir-pikir ulang lagi. Dan coba liat review aplikasi BSI di playstore. Aduh cukup jelek juga. Akhirnya pilihan aku antara Bank Jago dan Bank Blu BCA Digital. Dan kemudian mungkin aku akan pakai Blu BCA Digital buat tabungan keluarga. 

Terus sekarang BRInya gimana?

Setelah aku pindahin semua dananya. Gak semuanya sih, ngendap 50.000. Udah aku coba tarik sama buat top up GoPay tetep gak bisa njirr… Jadi harus direlakan aja. Dan aplikasi BRImo akhirnya aku uninstall… Bye bye BRI…

Kesimpulan

Disini sebenarnya aku tidak menjelek-jelekkan BRI ya. Lha wong pelayanannya aja kayak gitu. Udah hampir satu dekade kayak gitu-gitu aja. Lalu satelit buat apa? Memang tidak ada Bank yang sempurna. Bahkan sekelas BCA pun bisa down jaringannya. Buat kamu yang sering gunain antara BRI dan BCA pasti lebih milih BCA kan? Jujur kalau aku sih BCA is the best. MAHAL? Kan ada BCA xpresi! Bukannya promosi ya, tapi ATM BCA dimana-mana terutama di kota-kota besar jaringan pun jarang down (selama aku gunakan hingga saat ini). Dan di akhir postingan ini, aku ucapkan terima kasih BRI, kamu udah bikin banyak kenangan pahit selama ini. Oke, bye bye…


Read More

Hai semuanya, sudah lama aku nggak menulis curhatan saya yang berisi pengalaman hidup aku. Nah, disini aku share pengalaman membuka rekening bank Jago. Okey, disini saya membuka rekening bank jago karena aku perlu memisah tabungan keluarga dan tabungan sendiri. Yups, untuk keluarga ini (aku, ibu sama adek) tabungan atas namaku. Sebelumnya karena aku pengguna BRI sangat kurang puas sama pelayanannya. Pokoknya cukup banyak sampai lupa… Yang paling sering jaringan offline pas lagi butuh dhuwiit.. Haduh…

Buka Rekening Bank Jago Langsung MESKI di Hari Libur

Jadi kepikiran buat akun rekening bank digital tanpa biaya admin bulanan. Sebelumnya aku punya rekening Blu dari BCA Digital. Karena butuh visa, jadi aku pilih Bank Jago. Bagaimana kalau BTPN Jenius? Jenius sekarang gk kayak dulu lagi. Entah apa yang dipikirkan BTPN Jenius. Padahal saingan banyak muncul lho…

Pas bikin akun Bank Jago tentunya aku nyari kode referral lah. Biar dapet bonusnya. Kan lumayan dapet 25 rebu hahahaha… Kalau gak salah disini aku, pakai kode referral dari blogger. Langsung aja deh aku pakai. 

PROSES Bikin Akun Bank Jago

Untuk membuat rekening Bank Jago ini, kamu cukup install aja aplikasi Bank Jago di playstore (disini aku pakai Android ya). Disini aku cuma siapkan KTP aja. Setelah proses instalasi, kamu buka app Bank Jago ini, set dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami di pojok kanan atas. Tinggal isi nomor telepon, email, sampai foto ktp dan selfie.

BERAPA Lama Prosesnya?

Cukup Cepat setelah proses selesai nanti diminta verifikasi email dan rekening Bank Jago siap digunakan. Kalau tidak salah 15-20 menit an. Dan disini aku pakai Jago Syariah. Cukup cepat ternyata gak sampai sesi wawancara sama CSnya. Cuma foto selfie aja.

TERUS Gimana sama Bonus 25 ribunya?

Disini kamu perlu isi saldo minimal 100.000 rupiah agar bisa dapat bonus saldo 25 rebu lumayan lah buat beli nasi pecel masih dapet kembalian. Disini aku transfer lewat BCA menggunakan jaringan BI FAST. Dan ternyata tidak masuk. Lho kok bisa? Nah itu, yang aku tidak tahu. Sudah tanya CS Bank Jago malah disuruh tanyak ke Bank BCA. Tanya ke CS Bank BCA malah disuruh tanya balik ke Bank Jago. Disini aku udah coba 2-3 kali di hari dan jam berbeda tetap tidak bisa dan itupun kalau gak salah udah kepotong biaya BI FAST 2.500 dua kali. Besok harinya saya coba transfer pakai non BI FAST yang potongannya kena 6.500 rupiah itu lho. Dan langsung masuk. Sepertinya Bank Jago belum support BI FAST (ini belum aku tanyakan sih…). Akhirnya saya isi saldo sih total ada 100.000 rupiah. Dan setelah beberapa hari gak sampai seminggu baru masuk bonus 25 ribunya. Nah, kedepannya kayak gimana buat isi saldonya. Mungkin aku akan pakai FLIP atau lewat rewards Blu BCA Digital. 

Buka Rekening Bank Jago Langsung MESKI di Hari Libur


Kesimpulan

Nah, tulisan curhatan ku sampai disitu aja ya. Proses bikin rekening Bank Jago sangat mudah dan cepat dan itu aku lakukan di hari minggu. Cocok buat kamu yang bisa bebas di hari libur aja. Untuk saat ini, lebih baik kamu kirim lewat jaringan non BI FAST ya daripada bingung kok ndak masuk-masuk ya transferannya. Oke bye-bye.


Read More